Perdagangan Tanaman dan Migrasi Manusia Selama 2 Abad Terakhir Picu Invasi Serangga

Ilustrasi - Serangga hemiptera.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 4 November 2021 | 11:15 WIB

Sariagri - Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) bersama mitranya melakukan penelitian dengan menganalisis sejarah impor tanaman hidup dan invasi serangga. Tujuannya memperkirakan tingkat kedatangan dan berapa banyak spesies serangga baru yang mungkin muncul untuk menyerang hutan dan ladang pertanian AS.

Selama dua abad terakhir, diketahui ribuan serangga bukan asli AS telah bermigrasi ke negara itu akibat impor makanan, tanaman hidup dan migrasi manusia. Temuan itu menunjukkan upaya mengurangi migrasi serangga pada impor tanaman hidup melalui mekanisme “biosekuriti” dianggap berhasil.

Namun, lebih dari satu abad invasi serangga Hemiptera menunjukkan peningkatan perdagangan dapat mengimbangi efek peningkatan biosekuriti. Sebanyak 25 persen serangga Hemiptera yang menyerang mungkin belum terdeteksi di hutan dan ladang pertanian AS.

Dalam penelitian itu, Matthew MacLachlan bersama rekannya memeriksa catatan dari tahun 1854 hingga 2012. Hasilnya mereka menemukan 930 spesies serangga asing ordo Hemiptera yang merupakan pemakan tumbuhan telah menginvasi AS dan 770 spesies telah berhasil diidentifikasi asal-usulnya.

“Pekerjaan kami mengukur risiko yang ditimbulkan impor dari wilayah berbeda dan bagaimana risiko ini berubah dengan akumulasi sejarah perdagangan serta memberikan gambaran lebih baik kepada pembuat kebijakan tentang risiko invasi serangga per unit impor dan wilayah,” kata MacLachlan dikutip dari phys.org.

Hemiptera merupakan serangga kecil pemakan tumbuhan. Ordo ini mencakup di dalamnya serangga, kutu daun, dan sisik sejati. Sebagian besar spesies ini menyebabkan kerusakan besar pada tanaman pertanian dan kehutanan.

Baca Juga: Perdagangan Tanaman dan Migrasi Manusia Selama 2 Abad Terakhir Picu Invasi Serangga
Mentan Dorong Milenial Kalbar Kembangkan Sarang Burung Walet

Peneliti menyebutkan, ordo Hemiptera mencakup lebih dari 80 ribu spesies serangga, dan transportasi tanaman hidup atau produk tanaman secara tidak sengaja menjadi jalur utama yang dilalui sebagian besar Hemiptera diantara benua.

“Data penemuan historis Hemiptera non-pribumi di AS membantu kami memperkirakan tingkat pembentukan spesies baru yang mungkin terjadi sebagai akibat dari impor tanaman atau produk pertanian dari berbagai wilayah di dunia saat ini,” kata Liebhold.

Video terkait:

Video Terkait