Olah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi Hingga Diekspor ke Sejumlah Negara

Bank Sampah Bersinar Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:40 WIB

Sariagri - Banyak pihak kini mengolah sampahnya menjadi barang-barang bernilai ekonomi. Barang yang biasanya berakhir di tempat pembuaangan akhir sampah, disulap menjadi barang-barang bermanfaat bahkan sampai diekspor ke sejumlah negara.

Langkah inilah yang dilakukan oleh Bank Sampah Cihampelas Mandiri (CM) yang berada di RW 05 Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong Kota Bandung. Di tempat ini sampah yang dihasilkan warga diolah menjadi beragam barang bermanfaatn dan bernilai jual.

Sulaeman, penggiat lingkungan hidup di RW 05 menuturkan, di Kelurahan Cipaganti yang aktif melakukan setor timbang bank sampah itu RW 05 dan kelompok nasabah bank sampahnya ada 10, mulai dari RT 1 sampai RT 10.

“Tapi yang aktif dari 10 CM hanya 8, yang satu ada masalah dan yang satu lagi di lingkungannya kurang ada tempat untuk penyimpanan. CM masing-masing ada pengurusnya, yaitu ketua, sekretaris dan bendahara. Dari 10 CM, yang aktif mendaur ulang ada 3 CM,” kata Sulaeman dikutip dari laman Citarum Harum.



Menurut dia, masing-masing CM memiliki ciri khas daur ulang sampah. Seperti CM 1 mendaur ulang berbagai macam botol, koran, dan plastik menjadi kerajinan bunga. CM 5 mendaur ulang bekas bungkus kopi menjadi tas dan CM 6 membuat miniatur becak dari karung goni.

Yang menarik, bank sampah yang juga bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar di Bojongsoang ini berhasil mengekspor barang hasil dari olahan sampahnya ke luar negeri. “Alhamdulillah CM 1 sudah sampai ke luar negeri, Jerman dan Prancis. Barang yang diekspor ke luar negeri itu mayoritas aksesoris dan hiasan bunga,” kata dia.

Dengan potensi tersebut, ujar Sulaeman, rencana ke depannya itu Cihampelas akan menjadi Kampung Daur Ulang. Tiap rumah tidak akan membuang sampah ke luar sampai ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). “Semua sampah habis dan tidak ada yang buang sampah sembarangan. Jadi, sampah itu ada manfaatnya dan ada uangnya kalau memang warga itu mengerti. Masalahnya memang karena jijik itu dan kesadarannya masih kurang,” tuturnya.

Pria yang pandai membuat ecobrick ini berharap, pemerintah dapat lebih memberikan perhatiannya secara merata dan menunjukan kepeduliannya kepada para penggiat sampah, seperti contohnya turun langsung untuk datang mengontrol kegiatan bank sampah. Sulaeman menilai, hal tersebut dapat menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para warga untuk terus aktif dalam mengelola bank sampah.

Bank Sampah Cihampelas Mandiri, mendapatkan bimbingan dan bekerja sama dengan Universitas Telkom sejak tahun 2017. Nasabah dari Bank Sampah Cihampelas Mandiri terbagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing terdiri dari tiap RT di RW 05. Namun, Bank Sampah Cihampelas Mandiri juga tetap dapat menerima nasabah lain dari luar lingkup RW 05.Baca Juga: Olah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomi Hingga Diekspor ke Sejumlah Negara
Melalui Sedekah Sampah dan Jelantah, Berbagi untuk Warga Terdampak Covid-19



Ia juga menuturkan, saat ini ada penambahan nasabah, khususnya pada CM 8 yang penghasilannya mencapai 500-600 ribu setiap penimbangan. Penimbangan sampah yang disetorkan dilakukan di minggu ke dua setiap bulan. Namun, penyetoran tersebut juga dapat dilakukan dua kali dalam sebulan jika sampah yang disetorkan sedang banyak.

“Sekarang kan ada program pemerintah Pilah Sampah Dari Rumah, jadi alhamdulillah sekarang yang setor ke sini itu sudah terpilah dari rumahnya masing-masing. Nasabah yang datang ke posko sudah memilah masing-masing bentuk sampahnya,” ucapnya.

Video Terkait