Wamen LHK Sebut Mangrove Berperan Besar dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong. (KLHK)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:50 WIB

Sariagri - Berkurangnya luas daratan akibat abrasi menimbulkan berbagai macam kerusakan dan degradasi lingkungan dan yang paling parah bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil. Penanaman mangrove berguna untuk mempertahankan kestabilan bentang alam melalui pengendalian abrasi laut dan mereduksi dampak bencana tsunami.

“Mangrove juga berperan besar dalam pengendalian perubahan iklim melalui kemampuannya dalam menyimpan dan menyerap karbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan. Semua keunggulan ekosistem mangrove tersebut menjadi pertimbangan penting yang menyatu dengan upaya menjaga kestabilan tata kelola bentang alam dan perbaikan mutu lingkungan,” ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong.

Alue mengungkapkan rehabilitasi mangrove berperan penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi dan politik Indonesia. Menurut dia, wilayah hutan mangrove berada di pesisir-pesisir yang merupakan titik pangkal terluar batas Laut Teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif, dan Landas Kontinen dengan batas wilayah laut negara lain di sekitarnya.

“Jangan sampai batas negara ini tergerus oleh abrasi akibat tidak adanya ekosistem mangrove,” tegasnya, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Wamen LHK Sebut Mangrove Berperan Besar dalam Pengendalian Perubahan Iklim
Ekosistem Mangrove Mampu Simpan Cadangan Karbon 4-5 Kali Lebih Besar

Dikatakan Alue Dohong, perbaikan ekosistem mangrove secara parallel, akan memperkuat sosial ekonomi masyarakat dan mendorong pembangunan hijau melalui green economy. Ekosistem mangrove memiliki multi-manfaat, seperti menjadi lahan budidaya ikan, kepiting, udang melalui pola silvofishery, pengolahan produk mangrove non-kayu, serta wisata alam juga memperkuat pengembangan kawasan industry yang hijau (green industrial park).

Dia menambahkan pemerintah telah menjadikan program rehabilitasi mangrove menjadi salah satu Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak tahun 2020. Dia menambahkan dengan rehabiltasi mangrove dua manfaat besar dapat tercapai yaitu meningkatnya tutupan hutan mangrove, yang secara paralel meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Video terkait:

 

Video Terkait