Diduga Lapar, Kera Ekor Panjang 'Serang' Rumah Warga hingga Ada Korban Terluka

Ilustrasi monyet (Pexels)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 1 Oktober 2021 | 17:40 WIB

Sariagri - Beredar sebuah video viral, memperlihatkan belasan ekor kera liar, turun dari hutan rakyat Bancaan di Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kera ekor panjang ini diduga kelaparan hingga turun menyerbu pemukiman warga.

Mengetahui hal ini, sejumlah pria berusaha menghalau dan mengusirnya menggunakan alat seadanya.  Namun kera liar yang terlanjur marah justru menyerang balik warga.

Bahkan ada seorang petani perempuan bernama Sumarsi (43 tahun) yang tengah menjemur kacang tanah, tak luput dari serangan kera hingga mengalami luka robek di dahi kanan atas.

“Warga sini sudah berusaha mengusir kawanan kera liar itu, menggunakan batu dan kayu. Namun rupanya kera itu kelaparan sehingga melakukan serangan balik hingga istri saya menjadi korban justru saat tengah sibuk menjemur kacang, “ ungkap Mujianto, suami Sumarsi kepada Sariagri, jum’at (1/10/2021).

Mujianto menambahkan istrinya mengalami luka robek di bagian kepala akibat gigitan dan cakaran kera liar. Serangan itu membuat darah mengucur deras membasahi pakaian dan celana istrinya.

“Istri sudah meronta dan berusaha melawan, namun karena kera liar itu berukuran besar membuat ia kualahan. Setelah digigit dan dicakar, kera itu langsung pergi begitu saja, “ imbuhnya.

Usai mendapatkan serangan kera liar itu, Mujianto langsung melarikan Sumarsi ke puskesmas setempat agar segera mendapatkan tindakan medis.

“Luka di pelipis ini cukup dalam, mencapai panjang sekitar 18 centimeter. Karena terus mengucurkan darah, akhirnya dilakukan tindakan operasi kecil. Ada sekitar lima jahitan, “ beber korban, Sumarsi.

Pasca insiden serangan kera tersebut, warga mengaku resah, lantaran gerombolan satwaliar  itu, hingga kini belum berhasil diusir dari sekitar pemukiman. Warga mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke pihak desa dan petugas BPBD setempat, namun belum ada tindak lanjut.

“Terus terang warga was-was, dengan keberadaan kera liar ini, terutama anak-anak yang sewaktu-waktu bisa diserang. Kami harap petugas berwenang datang melakukan tindakan evakuasi kera tersebut untuk diserahkan ke lembaga konservasi alam, agar tidak mengancam keselamatan warga di desa ini, “ tandas Mujianto penuh harap.

Video Terkait



Baca Juga: Diduga Lapar, Kera Ekor Panjang 'Serang' Rumah Warga hingga Ada Korban Terluka
Kisah Viral Pony, Orang Utan yang Jadi Budak Seks Para Lelaki Bejat