Tingkat Penggundulan Hutan Amazon di Brasil Tembus Rekor Terparah

Ilustrasi kayu sisa penebangan. (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:40 WIB

Sariagri - Tingkat penggundulan hutan Amazon di Brasil terus meningkat. Dalam laporan terbaru menyebut, tingkat deforestasi hutan Amazon Brasil sepanjang Agustus 2020 hingga Juli 2021 naik sebesar 57 persen, atau kerusakan tahunan terparah sejak satu dekade terakhir.

Semakin cepatnya laju kerusakan hutan Amazon Brasil di bawah pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro sejak dia menjabat pada 2019, mengkhawatirkan masyarakat global.

The Guardian melaporkan, sepanjang Agustus 2020 hingga Juli 2021, hutan hujan Amazon kehilangan 10.476 kilometer persegi, area yang hampir tujuh kali lebih besar dari London dan 13 kali ukuran Kota New York. Data ini dirilis oleh Imazon, sebuah lembaga penelitian Brasil yang telah melacak penggundulan hutan Amazon sejak tahun 2008.

Angka tersebut meningkat sebesar 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan merupakan yang terburuk sejak tahun 2012.

“Deforestasi masih di luar kendali,” kata Carlos Souza, seorang peneliti di Imazon. “Brasil bertentangan dengan agenda iklim global yang berusaha untuk segera mengurangi emisi gas rumah kaca," ucap dia.



Souza menyerukan dimulainya kembali tindakan untuk menghentikan perusakan, termasuk penegakan deforestasi yang disebabkan oleh pertanian ilegal di wilayah tersebut, yang telah terganggu oleh pemotongan anggaran untuk kementerian lingkungan dan lembaga perlindungan lingkungan.

Selama ini, Bolsonaro telah mengerahkan ribuan tentara untuk memerangi deforestasi dan kebakaran ilegal. Namun menurut Marcio Astrini, sekretaris eksekutif organisasi Climate Observatory, kebijakan tersebut terbukti tidak efektif.

“Data menunjukkan bahwa itu tidak berhasil,” kata Astrini. “Tidak ada operasi militer yang dapat menutupi atau membalikkan serangan pemerintah federal terhadap hutan," ucap dia.

Astrini mengatakan bahwa laju deforestasi pada tahun 2021 diperkirakan hampir 50% lebih tinggi dari pada tahun 2018, sebelum Bolsonaro menjabat. Pada bulan Juni, menteri lingkungan saat itu Ricardo Salles mengundurkan diri di tengah penyelidikan kriminal atas tuduhan bahwa penyelidikan polisi terhadap penebangan liar Amazon diblokir. Tetapi kepemimpinan kementerian “belum menunjukkan kemajuan apa pun,” kata Astrini. Baca Juga: Tingkat Penggundulan Hutan Amazon di Brasil Tembus Rekor Terparah
Perbukitan Hutan Lindung Daerah Ini Kerap Terbakar, Diduga Lemahnya Patroli Hutan



"Langkah-langkah yang menguntungkan ekspor kayu ilegal, alasan mengapa Salles harus meninggalkan kantor, masih ada," katanya.

Angka-angka baru dirilis ketika anggota parlemen Brasil mengadakan dengar pendapat publik untuk mendorong perubahan dalam kebijakan lingkungan Brasil. “Kami sedang melalui momen yang sangat sulit dalam sejarah Brasil. Ada banyak penyangkalan, dan banyak upaya untuk melemahkan kebijakan lingkungan kita," kata senator Eliziane Gama dalam sidang tersebut.

Video Terkait