5 Orangutan Hasil Penyelamatan dan Penyerahan Masyarakat Dilepasliarkan

Pelepasliaran orangutan. (KLHK)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 19 Agustus 2021 | 12:30 WIB

Sariagri - Hari Orangutan Internasional diperingati setiap 19 Agustus. Bertepatan dengan itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (Yiari) kembali melepasliarkan lima orangutan ke kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Tanakaya). 

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno mengatakan orangutan merupakan salah satu flagship species yang terus menjadi prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui berbagai upaya konservasi agar keberadaannya di alam tetap terjaga dan berkembangbiak dengan baik.

“Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang mendukung kegiatan pelepasliaran ini. Kita menyadari bahwa upaya konservasi tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, kita perlu bergandengan dengan pemerintah daerah, kementerian/ lembaga lain, perguruan tinggi, masyarakat setempat, pelaku bisnis, lembaga-lembaga masyarakat dan media," ujarnya melalui keterangan resmi KLHK, Kamis (19/8/2021).

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta mengungkapkan kelima individu orangutan itu berasal dari hasil penyelamatan dan penyerahan masyarakat yang telah melalui proses rehabilitasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan pre-rilis, kelima orangutan ini telah dinyatakan sehat dan memiliki perilaku yang dapat menunjang kehidupan di alam liar.

Kelima individu orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari induk bernama Franky dan Oso anak, satu orangutan betina Bonita, serta dua orangutan jantan Noel dan Pedro.

Kelimanya merupakan orangutan hasil rehabilitasi yang diselamatkan dari kasus pemeliharaan ilegal satwa liar dilindungi. Franky diselamatkan sebelas tahun lalu di Kabupaten Kubu Raya.

Ketika menjalani masa rehabilitasi, Franky melahirkan anak orangutan yang kemudian diberi nama Oso empat tahun lalu. Sejak lahir, Oso ditempatkan bersama Franky di hutan khusus di kawasan pusat penyelamatan dan konservasi orangutan IAR Indonesia di Sungai Awan, Ketapang, Kalimantan Barat, sehingga dari kecil, Oso sudah memiliki sifat semi-liar, tidak dekat dengan manusia, cenderung menjauh, dan selalu beraktivitas di atas pohon.

Baca Juga: 5 Orangutan Hasil Penyelamatan dan Penyerahan Masyarakat Dilepasliarkan
Kabar Gembira, Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Bertambah

Sementara itu, Bonita yang saat ini berusia 11 tahun diselamatkan pada Januari 2014 di Desa Pematang Gadung dari seorang warga yang mengaku mendapatkan bayi orangutan dari tangan pemburu.

Sedangkan Noel dulunya diselamatkan dari warga Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang pada Februari 2012 dan Pedro diselamatkan dari pemeliharaan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu pada Agustus 2010.

Video terkait:

 

Video Terkait