Kabar Gembira, Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Bertambah

Badak Jawa terekam kamera di Taman Nasional Ujung Kulon. (KLHK)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:50 WIB

Sariagri - Populasi Badak Jawa (Rhenoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kembali bertambah. Pada April dan Juni 2021 telah lahir dua anak Badak Jawa yang terekam kamera video trap di Semenanjung Ujung Kulon.

Kelahiran itu merupakan yang kedua di tahun 2021, setelah kelahiran pertama dua anak Badak Jawa pada Maret lalu. Kelahiran badak itu menambah jumlah populasi Badak Jawa menjadi 75 ekor.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan (KLHK), Wiratno mengatakan kelahiran itu merupakan salah satu contoh keberhasilan upaya perlindungan penuh (full protection) dan habitat Badak Jawa di TNUK.

“Ibu Menteri LHK selalu menyampaikan pesan optimisme, bahwa kita terus memastikan tidak terjadinya kepunahan seluruh flagship spesies, termasuk juga Badak Jawa,” ujarnya, Senin (16/8/2021). 

Wiratno mengungkapkan kelahiran Badak Jawa membuktikan pertumbuhan flagship di Indonesia. Dia mengapresiasi semua pihak di TNUK atas kelahiran Badak Jawa yang menjadi kebanggaan dunia.

“Kelahiran anak Badak Jawa di tahun 2021 ini merupakan bukti nyata terjadinya pertumbuhan populasi flagship species di Indonesia. Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu pelestarian Badak Jawa di TNUK yang juga merupakan kebanggaan masyarakat dunia ini,” tegasnya.

Balai TNUK sepanjang 2021 mencatat kelahiran empat ekor anak Badak Jawa. Anak Badak Jawa pertama dengan jenis kelamin betina (ID.083.2021) mulai terekam kamera trap pada 18 Maret 2021 dari induk bernama Ambu (ID.023.2011). Kelahiran ini merupakan yang kedua bagi induk badak Ambu setelah sebelumnya melahirkan pada 2017.

Anak Badak Jawa kedua berjenis kelamin jantan (ID.084.2021) diperkirakan sudah berusia 1 tahun yang mulai terekam pada 27 Maret 2021 bersama induknya Palasari (ID.008.2011).

Sementara anak Badak Jawa ketiga berjenis kelamin jantan (ID.085.2021), perkiraan usia 3-4 bulan mulai terekam pada 12 April 2021 bersama induknya Rimbani (ID.051.2012) dan merupakan kelahiran pertama.

Baca Juga: Kabar Gembira, Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Bertambah
Singapura Sambut Gembira Kelahiran Bayi Panda Raksasa Pertama

Anak Badak Jawa keempat berjenis kelamin betina (ID.086.2021) dengan perkiraan usia 1 tahun terekam pada 9 Juni 2021 bersama induknya, Kasih (ID.032.2011).

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah jenis satwa langka yang masuk ke dalam 25 spesies prioritas utama konservasi pemerintah Indonesia. IUCN memasukkan spesies Badak Jawa ke dalam status Critically Endangered dan CITES mengkategorikannya ke dalam Appendix I.

Video terkait:

 

Video Terkait