3 Ekor Siamang Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Dangku Sumatera Selatan

Siamang dilepasliarkan. (Dok. KLHK)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 11 Agustus 2021 | 20:40 WIB

Sariagri - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) melepasliarkan tiga ekor Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) di blok perlindungan Suaka Margasatwa (SM) Dangku, Musi Banyuasin.

Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata, menyatakan bahwa sebelum dilepasliarkan, ketiga satwa tersebut telah melalui proses rehabilitasi selama tiga bulan di Kandang Transit Resor Konservasi Wilayah IV Kota Palembang.

Siamang yang dilepasliarkan tersebut terdiri dari dua ekor Owa Siamang berjenis kelamin jantan dan satu ekor berjenis kelamin betina. Ketiganya telah dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan berdasarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Nomor 520/001/Keswan/DPKP/2021 tanggal 6 Agustus 2021.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh BKSDA Sumsel dalam rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 sekaligus menjadi sarana edukasi dan publikasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, pelestarian satwa, dan daya dukung kawasan konservasi sebagai habitat satwa yang merupakan implementasi dari program Kementerian LHK “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara,” ujarnya melalui keterangan resmi KLHK, Rabu (11/8/2021).

Ujang mengungkapkan bahwa berdasarkan surat Kepala Balai Veteriner Lampung Kementerian Pertanian Nomor 04002/PK.310/F.5.C/08/2021 tanggal 4 Agustus 2021 Perihal Hasil Uji Laboratorium, ketiga satwa tersebut dinyatakan negatif COVID-19. Juga, lanjut dia, pihak yang terlibat dalam pelepasliaran tersebut telah dinyatakan negatif Covid-19.

Baca Juga: 3 Ekor Siamang Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Dangku Sumatera Selatan
Petugas Taman Nasional Kerinci Selamatkan Kelinci Sumatera Langka yang Hendak Diperdagangkan di Facebook

“Dalam pelaksanaannya, kami terapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana para jurnalis dan personil yang terlibat telah dinyatakan negatif COVID-19 melalui tes Antigen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) merupakan salah satu jenis primata yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Video Terkait