Babi Hutan Lepaskan Jutaan Metrik Ton Karbon Dioksida yang Tersimpan di Tanah

Ilustrasi babi hutan. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Minggu, 8 Agustus 2021 | 23:00 WIB

SariAgri - Babi hutan adalah salah satu spesies mamalia yang paling mudah beradaptasi di planet ini. Berkat kemampuan beradaptasi itu, babi hutan ditemukan di mana-mana, dari Afrika sub-Sahara hingga hutan hujan Amazon.

Di banyak tempat, babi hutan liar dianggap sebagai hama lantaran keberadaannya sering merusak ladang petani, merusak habitat hewan yang terancam punah, mencemari saluran air dan membawa penyakit.

Sebagian besar makanan babi hutan liar berasal dari makanan bawah tanah seperti akar dan belatung, dan karenanya hewan ini suka menggali tanah, dan berkubang. Pola hidup babi hutan ini dinilai menyebabkan kerusakan yang luar biasa dengan mempercepat erosi, mencemari limpasan dan mencabut anakan pohon.

Satu lagi temuan para ahli menyebutkan bahwa, pola hidup babi hutan ini juga melepaskan karbon dioksida yang terperangkap di dalam tanah. Mengutip Modernfarmer, studi baru dari para peneliti di University of Queensland dan University of Canterbury menemukan bahwa babi hutan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer (dari tanah) setara dengan jutaan mobil bertenaga gas.

Para peneliti melakukan penelitian di daerah-daerah di mana babi hutan liar hidup sebagai binatang pendatang. Mereka menggunakan model untuk memprediksi kepadatan mamalia besar, untuk menebak berapa banyak babi per kilometer persegi, yang menciptakan hasil yang bervariasi berdasarkan lingkungan, keberadaan predator besar, cuaca, dan lain-lain.

Kemudian para peneliti menggunakan hasil penelitian selama 15 tahun yang mengukur gangguan tanah oleh babi hutan, dengan mengamati 700 sampel habitat babi hutan yang berbeda, dan kemudian menggunakan model untuk menggabungkan kedua faktor tersebut.

Baca Juga: Babi Hutan Lepaskan Jutaan Metrik Ton Karbon Dioksida yang Tersimpan di Tanah
APHI Usulkan Pajak Karbon Dipungut Atas Transaksi Perdagangan Karbon

Para peneliti mengungkapkan, data Median mencatat 4,87 juta metrik ton emisi karbon dioksida dilepaskan ke udara per tahun akibat gangguan tanah ini.

Mereka menjelaskan, tanah dapat berfungsi sebagai penyerap karbon, yang mampu menyimpan sejumlah besar karbon dioksida dan menjauhkannya dari atmosfer. Jika struktur tanah terganggu maka itu akan melepaskan karbon dioksida yang tersimpan.

Video Terkait