Memasuki Musim Kemarau, Puluhan Hektare Lahan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Mulai Terbakar

Ilustrasi Kebakaran Hutan. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Rabu, 4 Agustus 2021 | 22:00 WIB

SariAgri - Dalam sepuluh hari terakhir di bulan Juli kemarin terjadi cuaca panas dan tidak ada turun hujan. Titik api atau hot spot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai bermunculan.

Berdasarkan data Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten HSS, Syamsudin mengatakan sudah sudah ada terpantau sekitar 15 sampai 20 titik api atau hot spot sudah ada di Kabupaten HSS yang tersebar di sejumlah Kecamatan, katanya Syamsudin
“Titik api atau hot spot mulai bermunculan terpantau masih di tiga Kecamatan Daha yaitu Daha Utara, Selatan dan Barat. Kecamatan Kalumpang dan Padang Batung,” jelas Syamsudin, Selasa (3/8).
Titik hot spot karhutla terbanyak terdapat di wilayah Kecamatan Daha sudah dilakukan pemadaman untuk daerah yang terjangkau. Sedangkan di wilayah yang tidak terjangkau dan medan berat tidak dilakukan pemadaman.
“Tetapi alhamdulillah malam harinya berhasil padam sendiri. Mungkin air di bagian bawah masih ada. Sehingga tidak meluas,” katanya.
Berdasarkan hasil verifikasi BPBD Kabupaten HSS lahan yang terbakar mencapai mencapai 25 hektare.
Saat ini, BPBD mendirikan posko gabungan di tingkat desa dan kecamatan untuk mencegah karhutla. “Sedangkan posko di kabupaten dan kecamatan lain pertengahan Agustus ini didirikan. Sambil melihat perkembangan cuaca,” kata Syamsudin.
BPBD setempat juga mengeluarkan surat edaran kepada seluruh camat dan dinas terkait serta perusahaan tambang dan sawit untuk melakukan sosialisasi dan pemasangan spanduk larangan membakar lahan dan hutan.
"Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG), musim kemarau terjadi di bulan Agustus dan puncak kemarau terjadi sebulan setelahnya atau puncak kemaraunya bulan September mendatang,” jelasnya.
Mencegah Karhutla di Kabupaten HSS, semua lapisan masyarakat diimbau saat membuka lahan pertanian jangan dengan membakar lahan,harapnya.

Video Terkait