BUMN Perkebunan dan Kehutanan Luncurkan Learning & Research Institute

Perum Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Holdings meluncurkan Plantation & Forestry Institute klaster Perkebunan & Kehutanan.

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Senin, 5 Juli 2021 | 10:15 WIB

SariAgri - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong BUMN untuk berinovasi dalam pengembangan learning dan research di klaster perkebunan dan kehutanan. Hal ini agar individu BUMN dapat menghasilkan karya dan korporasi yang mahakarya, sehingga kumpulan mahakarya tersebut dapat menghantarkan kepada Indonesia Emas.

“Kita akan dorong karyawan yang berada di klaster perkebunan dan kehutanan untuk proaktif mau menjadi master sehingga pada akhirnya dapat menjadi masterpiece,” kata Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN (KBUMN), Imam Bustomi, saat peluncuruan Plantation & Forestry Institute klaster Perkebunan & Kehutanan hasil kerja sama Perum Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Holdings secara virtual, akhir pekan lalu.

Menurutnya, learning institute dan research intitute Indonesia plantation and forestry harus didorong menjadi adaptive learning organizations. “Sehingga objective menghasilkan Best CEO atau talent di industri plantation and forestry,” terang Imam seraya mengutip Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : SE-1/MBU/02/2021 Tentang Transformasi Fungsi Learning Center/Corporate University, Research Center, dan Innovation Center Badan Usaha Milik Negara.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menyampaikan bahwa Perum Perhutani sebagai anggota klaster Perkebunan dan Kehutanan akan mengikuti lead dari Perkebunan dan menindaklanjuti pembentukan Plantation and Forestry Institute (PFI) yang akan menjadi jembatan untuk learning institute dan research institute cluster sehingga dapat terus dikembangkan karena merupakan hal yang penting dan mendasar, serta akan terus berkoordinasi dengan semua pihak khususnya Kementerian BUMN.

“Perum Perhutani merupakan BUMN pengelola hutan dengan luas 2,4 juta hektar dan PTPN memiliki lahan seluas 1,1 juta hektar, menurut saya hal ini merupakan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sehingga akan terjalin sinergi bisnis antara Perum Perhutani dengan PTPN untuk meningkatkan kontribusi bagi negara dan sosial masyarakat baik sekitar hutan maupun sekitar perkebunan,” ungkap Wahyu.

Baca Juga: BUMN Perkebunan dan Kehutanan Luncurkan Learning & Research Institute
PLN Gandeng Perhutani dan PTPN III Manfaatkan Biomassa untuk PLTU

Wahyu menegaskan bahwa strategi bisnis, teknik operasional maupun kebijakan-kebijakan yang akan mendukung pertumbuhan baik untuk Perhutani maupun PTPN diharapkan dapat muncul dari PFI melalui kapabilitas dan sumber daya yang dimiliki.

Sedangkan Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani, menyatakan bahwa kolaborasi antara PTPN dn Perum Perhutani dapat meningkatkan laba dan nilai dari sektor Perkebunan dan Kehutanan. “Kolaborasi ini g sangat penting sebagai landasan bagi PTPN untuk melaksanakan transformasi lebih cepat agar apa yang menjadi harapan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera terwujud,” ujarnya.

Video Terkait