Komplotan Pencuri Sonokeling Diringkus Polisi

Polisi mengamankan kayu hasil penebangan ilegal. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Senin, 21 Juni 2021 | 16:40 WIB

SariAgri - Aparat kepolisian mengamankan lima warga di Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian setempat, lantaran kedapatan mengangkut kayu sonokeling tanpa dilengkapi dokumen sah. Kelima tersangka kedapatan melakukan tindak penebangan hutan secara liar milik Perhutani.

Dari lokasi penangkapan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama di hutan petak Dukuh Tengger, Desa Slahung, Kabupaten Ponorogo, polisi mengamankan tersangka YA (44 tahun) dan TW (44 tahun).

Sedangkan di lokasi kedua, di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, polisi kembali meringkus dua tersangka lain yakni AA (28 tahun) dan IH (56 tahun).

“Sedangkan tersangka kelima yaitu WK, 40 tahun, bertugas mengangkut kayu menggunakan truk serta berhasil ditangkap petugas. Ketiganya pelaku yang kita amankan di lokasi kedua seluruhnya warga desa Ngrogung,” kata Kapolres Ponorogo, AKBP Much Nur Azis kepada Sariagri, Senin (21/6).

Batang pohon sonokeling tersebut telah dipotong menjadi 38 bagian dan diangkut menggunakan dua unit kendaraan. Dari tangan para tersangka turut diamankan dua buah gergaji serta sejumlah ponsel.

Azis mengatakan penangkapan pelaku tindak illegal logging ini bermula dari laporan warga yang kerap melihat sejumlah orang mengangkut kayu sono dari tepi hutan.

“Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti tim kami dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya lima orang pelaku ini kami amankan karena tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah,” kata dia.

Menurut Azis, kayu sonokeling memiliki nilai jual yang relatif tinggi sehingga kerap menjadi incaran para pelaku illegal loging. Sementara di ponorogo kayu tersebut masih cukup mudah dijumpai.

“Pohon Sonokeling (Dalbergia latifolia) merupakan salah satu tanaman agroforestri yang populer di Indonesia. Di Kabupaten Ponorogo sendiri kayu sonokeling banyak dijumpai, sehingga ini menjadi incaran pelaku pembalakan liar. Selain karena harganya cukup mahal, sonokeling ini masuk pohon dilindungi Negara masuk appendix II,” kata dia.

Atas perbuatannya, para pelaku pembalakan liar ini bakal dijerat pasal 83 ayat I Undang-undang Republik Indonesia tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Video Terkait