Akan Diselundupkan ke Tangerang, Puluhan Sanca Gendang Dikemas Wadah Buah

Ular sanca yang hendak diselundupkan ke Jabodetabek. (Foto: Sariagri/Iwan)

Editor: M Kautsar - Kamis, 17 Juni 2021 | 15:20 WIB

SariAgri - Kondisi masa pandemi kerap dimanfaatkan para penyelundup satwa dan tanaman dilindungi. Meski kerap digagalkan, sepertinya tidak menyurutkan upaya penyelundupan tersebut.

Seperti baru-baru ini, puluhan ekor ular sanca asal Medan, Sumatera Utara gagal diselundupkan ke Pulau Jawa oleh Balai Karantina Pertanian Lampung.

Pihak Balai Karantina Pertanian Lampung bekerjasama dengan Polres Lampung Selatan, melalui Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni saat melakukan pengawasan rutin di Pelabuhan Bakauheni, Senin kemarin. Tim gabungan menyita ular-ular itu saat dikirim melalui salah satu Perusahaan Otobus (PO) antarprovinsi.

“Reptil dari jenis Sanca gendang yang disita tersebut berjumlah 20 ekor. Puluhan ular tersebut rencananya akan dikirim ke wilayah Tangerang menggunakan bus antar provinsi,” ujar Petugas Balai Karantina Wilayah Kerja (Wilker) Bakauheni, Isaias, Rabu (16/6).

Isaias mengatakan, berdasarkan keterangan dari sopir yang membawa, ular yang dikemas dalam keranjang buah itu merupakan titipan dari satu agen bus yang dia sendiri tidak mengetahui pemiliknya. Petugas masih terus menyelidiki pengirim maupun penerima ular tersebut dari keterangan sopir dan saksi-saksi lainnya.

“Selain tidak dilaporkan kepada petugas Karantina di tempat asal pengeluaran, puluhan satwa ular tersebut juga tidak dilengkapi dengan dokumen yang dipersyaratkan. Satwa tersebut sudah kami amankan, dan selanjutnya akan diserahterimakan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu di Bandar Lampung,” kata dia.Baca Juga: Akan Diselundupkan ke Tangerang, Puluhan Sanca Gendang Dikemas Wadah Buah
Balai Karantina Pertanian Lampung Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung



Sementara menurut Subkoordinator Substansi Karantina Hewan, Balai Karantina Pertanian Lampung, Akhir Santoso, keberhasilan penggagalan penyelundupan tersebut adalah hasil koordinasi yang baik antara pihak Karantina Pertanian Lampung dengan instansi terkait pelabuhan, dalam hal ini pihak Polres Lampung Selatan.

“Penyelundupan puluhan ular sanca tersebut telah melanggar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Ancaman hukumannya yakni kurungan dua tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar,” pungkas Akhir Santoso.

Video Terkait