Viral Orangutan Masuk Pemukiman Warga, Netizen: Kasihan Habitatnya Rusak

Warga Selamatkan Orangutan yang masuk ke pemukiman warga. (Instagram)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 11 Juni 2021 | 12:40 WIB

SariAgri -  Di media sosial Instagram, sebuah video viral tentang Orangutan yang datang ke rumah warga. Warga terlihat menolong orangutan tersebut. Video tersebut diunggah oleh @info_etam

"Seekor Orang Utan Dewasa Mendekati Pemukiman Warga di Desa Lusan, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Orang Utan ini tidak terlihat agresif terhadap warga bahkan ada warga sekitar yang memberi makanan kepada dirinya," tulisnya.

Beragam komentar muncul terkait informasi tersebut. Banyak yang bersimpati terhadap orangutan tersebut, dan mengapresiasi sikap warga. Ada yang menilai hal ini terjadi karena habitat orangutan terganggu oleh aktivitas manusia.

"Kasihan...habitatnya rusak," tulis deniayu8284.

View this post on Instagram

A post shared by INFO_ETAM (@info_etam)

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kaltim Seksi Konservasi Wilayah III, Posda Gressya, membenarkan mengenai peristiwa ini. Menurutnya, setelah lihat kejadian ini timnya telah memberikan edukasi atau pemahaman kepada masyarakat agar tidak mendekat dengan satwa agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan berbahaya bagi satwa maupun masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak memberikan makan dan minum yang membuat satwa menjadi betah di desa. Harapannya, orangutan kembali ke hutan dan tidak kembali ke desa.

Baca Juga: Viral Orangutan Masuk Pemukiman Warga, Netizen: Kasihan Habitatnya Rusak
Miris! Deforestasi Hutan Akibatkan Massa Otot Orang Utan Berkurang

“Rencananya bila berhasil ditemukan, satwa akan dibawa ke pusat rehabilitasi Orangutan (BOSF) untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut dan direhabilitasi sampai siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam,” kata Gressya.

Gressya menjelaskan, penyebab masuknya orangutan ke tengah-tengah pemukiman warga biasanya karena habitatnya terganggu atau bahkan telah rusak. "Kalau satwa sudah tidak ada habitatnya atau habitatnya rusak, dia (satwa) akan keluar mau cari makan," tukasnya.

Video Terkait