Ilmuwan Temukan Enzim Pengurai Plastik Menjadi Kompos

Ilustrasi sampah plastik di pantai. (Pixabay)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Reza P - Jumat, 30 April 2021 | 12:15 WIB

SariAgri - Selama ini plastik menjadi masalah besar bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Karena itu muncul beragam inovasi produk plastik yang bersifat biodegradable atau plastik yang bisa terurai.

Sebuah studi yang dilakukan University of California menemukan teknik baru dengan menambahkan sedikit enzim pengurai polimer yang dapat menjadikan kemasan plastik biodegradable sebagai kompos.

Ilmuwan polimer dalam studi itu, Ting Xu mengatakan dengan pemanasan sedang, plastik film yang dilapisi enzim temuan mereka dapat hancur menjadi kompos dalam beberapa hari hingga minggu.

Menurut dia, potongan plastik biodegradable banyak ditemukan dalam bentuk kompos yang diperdagangkan secara komersial. Hal itu merupakan solusi karena sebagian besar plastik dibuang ke tempat sampah sehingga proses penguraiannya tidak lebih cepat dari plastik normal.

“Menambahkan enzim pengurai polimer pada plastik biodegradable akan mempercepat dekomposisi. Tapi proses itu sering secara tidak sengaja membentuk mikroplastik yang membahayakan ekosistem di seluruh dunia,” kata Xu dikutip dari ScienceNews.

Dia mengatakan timnya menambahkan enzim individu termasuk asam polylactic ke dalam dua plastik biodegradable. Mereka juga menyisipkan enzim dengan zat aditif yang dapat terurai. Zai aditif itu sebelumnya telah dikembangkan Xu.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Enzim Pengurai Plastik Menjadi Kompos
Pemerintah Didesak Bentuk Lembaga Nasional Pengelola Sampah

“Zat aditif ini dapat memastikan enzim tidak menggumpal dan tidak berantakan. Enzim soliter dapat memutus mata rantai molekul plastik dan mencegah pembentukan mikroplastik,” jelas Xu.

Namun Xu menekankan, teknologi ini tidak bekerja pada semua plastik karena struktur molekulnya berbeda. Tim Xu sedang berusaha mengatasi batasan dengan mengajukan permohonan paten untuk teknologi yang dikembangkannya.

Video Terkait