Cegah Karhutla, KLHK Bakal Gencarkan Modifikasi Cuaca

Ilustrasi kebakaran hutan (Pxhere)

Editor: Dera - Senin, 23 Januari 2023 | 16:00 WIB

Sariagri - Melalui strategi modifikasi cuaca, Kementerian Lingkungan Hidup dan Khutanan (KLHK) akan memulai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada akhir Februari atau awal Maret 2023.

"Mungkin pada akhir Februari atau awal Maret 2023 ini kita akan sudah mulai operasi modifikasi cuaca. Karena Pak Presiden biasanya akan pesan jangan sampai hari lebaran ada asap," ucap Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam keterangannya terkait Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Jakarta pada Sabtu (21/1/2023).

Langkah pencegahan karhutla itu dilakukan karena berdasarkan pemantauan dari 1-19 Januari 2023, terdapat 31 titik api (hotspot) di daerah rawan. Jumlah hotspot itu tercatat naik hingga 29 persen dari periode yang sama pada tahun lalu akibat terjadi anomali iklim, yang membuat curah hujan menurun.

"Oleh karena itu Pak Menko (Polhukam Mahfud MD) menegaskan untuk kita berhati hati karena ini datanya mengkonfirmasi catatan dari BMKG bahwa di 2023 ini kita akan mengalami anomali iklim, dimana curah hujannya menipis yang bisa jadi lebih panas di Mei dan Juni 2023 nanti," kata Menteri Siti, seperti dilansir dari infopublik.id

Dalam rapat itu, Menteri Koordinatidor Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi peningkatan karhutla sepanjang 2023.

Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat bersinergi saling membantu guna mengantisipasi peningkatan potensi karhutla dengan mempersiapkan kelengkapan sarana prasarana, anggaran, peraturan dan hal-hal terkait lainnya.

"Segera selesaikan hambatan dan kendala yang dapat mengganggu jalannya penanggulangan karhutla, jangan biarkan hal-hal teknis menghambat kinerja kita," tegas Menko Pohukam.

Kepala BMKG Dwikorita menambahkan, potensi Karhutla perlu diwaspadai akibat kemarau pada Februari yakni untuk wilayah Riau, sebagian Jambi, dan sebagian Sumatra Utara.

Namun pada saat yang sama, hujan lebat dapat terjadi di wilayah lainnya karena kondisi La Nina makin melemah dan masuk ke netral yang hampir berimpit dengan kondisi El Nino lemah.

Baca Juga: Cegah Karhutla, KLHK Bakal Gencarkan Modifikasi Cuaca
Akui Kapasitas Masih Kurang, Akademi Polisi Hutan Didirikan di Sentul

"Kewaspadaan yang pertama perlu dilakukan di bulan Februari dimana meskipun sebagai besar wilayah Indonesia masih mengalami hujan, tetapi di wilayah Riau, sebagai Jambi, dan sebagian Sumatera Utara memasuki kemarau," ujarnya.

Pada kesempatan itu Menteri LHK juga menyampaikan kabar gembira mengenai tenaga honorer anggota Manggala Agni setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagyunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PermenPAN RB) No. 54 tahun 2022 tentang Jabatan Fungsional Manggala Agni dan PermenPAN RB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional.