A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/opt/alt/php80/var/lib/php/session/ci_session1sli71oavudn49e2epk1q2daqe4hoskv): Failed to open stream: Permission denied

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/u1347553/public_html/application/controllers/Article.php
Line: 13
Function: __construct

File: /home/u1347553/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /opt/alt/php80/var/lib/php/session)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/u1347553/public_html/application/controllers/Article.php
Line: 13
Function: __construct

File: /home/u1347553/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Dukung Pemulihan Ekosistem, Daerah Ini Luncurkan Kelompok Kerja Mangrove

Dukung Pemulihan Ekosistem, Daerah Ini Luncurkan Kelompok Kerja Mangrove

Ilustrasi mangrove. (pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendukung percepatan pemulihan ekosistem mangrove lewat pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD). Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan bahwa Pemprov Sumsel mempunyai komitmen yang sangat besar terhadap upaya-upaya perlindungan ekosistem mangrove.

"Hal ini membutuhkan strategi perencanaan yang baik dengan didukung kerja sama erat semua pihak. Untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Musi, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara yang selama ini mengawal proses pembentukan KKMD Provinsi Sumatera Selatan,” jelas Gubernur saat lokakarya dengan tema 'Membangun Lingkungan Hidup Wilayah Pesisir Sumatera Selatan', dikutip Sabtu (10/12).

Perlu diketahui, Luas mangrove di Provinsi Sumatera Selatan seluas 158.900 hektare. Ini merupakan 27,98% dari total luas mangrove di Sumatera 567.900 ribu hektare. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlanjutannya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dyah Murtiningsih menyampaikan dukungannya kepada KKMD Provinsi Sumatera Selatan.

"KKMD menjadi penghubung antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait pelestarian mangrove. KLHK siap mendukung KKMD di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.

KKMD Provinsi Sumatera Selatan merupakan wadah bagi para pemerhati mangrove yang berasal dari berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, LSM, swasta, maupun masyarakat untuk bergerak secara bersama-sama dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

“Dengan adanya KKMD Provinsi Sumatera Selatan diharapkan dapat membangun sinergitas antar pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pelestarian mangrove, sehingga akan memberikan dampak positif, yaitu aspek pelestarian mangrove itu sendiri serta berkontribusi kepada peningkatan perekonomian masyarakat,” terang Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan Pandji Tjahjanto yang juga menjabat sebagai Ketua KKMD Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Palembang. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan SK Gubernur Sumatera selatan tentang Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumatera Selatan kepada Ketua KKMD Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekosistem, Daerah Ini Luncurkan Kelompok Kerja Mangrove
Mengenal Ekosistem Mangrove, Komunitas Tumbuhan yang Punya Banyak Fungsi

Sementara, Direktur Program MERA YKAN Muhammad Imran Amin mengungkapkan strategi pengelolaan kolaboratif berbasis ekosistem menjadi hal penting yang harus diupayakan dalam konteks pengelolaan pesisir terpadu.

"KKMD diharapkan bisa mengambil peranan dalam hal ini. Pada pelaksanaannya, kami siap mendukung KKMD Provinsi Sumatera Selatan untuk menuju pengelolaan restorasi ekosistem mangrove yang lebih baik. Sebagai contoh, saat ini YKAN dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir sedang mengembangkan model pengelolaan ekosistem mangrove sebagai solusi alami menghadapi perubahan iklim,” pungkas Direktur Program MERA YKAN Muhammad Imran Amin.