Penemuan Pohon Raksasa Baru di Sumatera, Bisa Tumbuh hingga 40 Meter

Ilustrasi pohon (Pexels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 28 November 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Sebuah pohon raksasa baru yang diberi nama Lophopetalum tanahgambut baru-baru ini ditemukan di Indonesia tepatnya di daerah Sumatera. Spesies pohon raksasa ini bahkan bisa tumbuh hingga 40 meter dengan diameter batang sebesar 1,5 meter.

Spesies pohon ini termasuk ke dalam genus Lophopetalum dalam keluarga Celastraceae. Genus tersebut mencakup hampir 20 spesies asli yang banyak tersebar di India, Bangladesh, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Nugini, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, dan Kepulauan Andaman.

"Dalam keluarga Celastraceae, suku Lophopetalum termasuk tiga genera paleotropis dengan biji bersayap," kata salah satu peneliti dari National University Singapura, Agusti Randi, dikutip dari SciNews.

Melalui penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Phytotaxa edisi 17 November 2022 itu mengungkap bahwa pohon raksasa tersebut memiliki batang yang halus berwarna abu-abu muda hingga kusam seperti warna putih susu.

Sementara itu, kulit bagian dalamnya berwarna oranye merah muda hingga cokelat kemerahan pucat. Spesies ini diamati berbunga pada bulan Februari hingga April dan berbuah pada April sampai Juni. Penamaan spesies Lophopetalum tanahgambut sesuai dengan lokasi penemuannya, yaitu di hutan rawa gambut, Sumatera.

"Hutan rawa gambut dikenal dengan keunikannya yang minim unsur hara, kaya karbon, dan kondisi basah yang memerlukan adaptasi khusus untuk bertahan hidup," ujar peneliti.

Baca Juga: Penemuan Pohon Raksasa Baru di Sumatera, Bisa Tumbuh hingga 40 Meter
Ilmuwan Temukan Pohon Tertinggi di Amazon, Setara Bangunan 25 Lantai

Habitat tersebut kini telah mengalami konversi ekstensif menjadi lahan pertanian dan hanya menyisakan sebanyak 11 persen hutan rawa yang tak terganggu.

Para Peneliti merekomendasikan pohon raksasa harus dikategorikan sebagai salah satu spesies yang sangat terancam punah. Terlebih, jumlah hutan rawa gambut kian menurun dan terancam di seluruh Asia Tenggara.