Tak Terlihat Selama 140 Tahun, Kini Burung Merpati Kepala Hitam Muncul

Spesies langka merpati berkepala hitam (American Bird Conservancy)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Peneliti menemukan kembali burung langka merpati berkepala hitam setelah 140 tahun tak terlihat. Setelah sebulan mencari, sebuah tim pada bulan September menangkap rekaman spesies tersebut jauh di dalam hutan sebuah pulau kecil di lepas pantai Papua Nugini.

Itu adalah upaya besar-besaran yang melibatkan wawancara yang tak terhitung jumlahnya dengan penduduk setempat, 20 jebakan kamera, dan pertemuan dengan bajak laut. "Rasanya seperti menemukan unicorn," kata pemimpin tim ekspedisi itu John Mittermeier, dikutip dari BBC.

Para peneliti berharap penemuan ini akan membantu menyelamatkan spesies tersebut dari kepunahan. Anggota tim telah berusaha menemukan merpati besar yang tinggal di darat sebelumnya. Tiga pencarian di Pulau Fergusson satu-satunya habitatnya pada 2019, tetapi tidak menemukan jejak burung itu.

Ekspedisi 2022 ini tampaknya akan berjalan serupa, hingga tim mencapai desa-desa di lereng barat Gunung Kilkerran, puncak tertinggi di pulau itu.

"Di sana kami mulai bertemu dengan para pemburu yang telah melihat dan mendengar burung-merpati," kata ahli biologi konservasi dan pemimpin ekspedisi Jason Gregg.

Seorang warga lokal melapor kepada tim peneliti, di mana ia melihat burung merpati beberapa kali di daerah dengan pegunungan dan lembah yang curam dan menjelaskan mendengar suara khas burung tersebut.

Para peneliti memasang kamera di daerah tersebut dan akhirnya menangkap burung itu hanya beberapa hari sebelum tim meninggalkan pulau itu.

"Ketika saya melihat-lihat foto, saya terpana oleh foto burung ini yang berjalan melewati kamera kami," kata peneliti Cornell University Jordan Boersma.

Gambar yang mereka tangkap adalah pertama kalinya burung yang telah lama hilang itu didokumentasikan oleh para ilmuwan sejak 1882.

Baca Juga: Tak Terlihat Selama 140 Tahun, Kini Burung Merpati Kepala Hitam Muncul
Waduh! Populasi Burung di Hutan Hujan Negara Ini Menurun Drastis

"Ini adalah momen yang Anda impikan sepanjang hidup Anda sebagai seorang konservasionis dan pengamat burung," kata Mittermeier.

Sangat sedikit yang diketahui tentang spesies ini, tetapi para ilmuwan percaya bahwa populasi di Pulau Fergusson sangat kecil dan menurun. Namun tim berharap informasi yang mereka kumpulkan dapat digunakan untuk membantu melindungi burung-burung yang tersisa.

Video Terkait