Bambu, Penyelamat Alam yang Bisa Jadi Sumber Cuan Indonesia

Ilustrasi Bambu (Unsplash)

Editor: Dera - Kamis, 17 November 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Bambu di Indonesia tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga bernilai ekologi, budaya, religi bahkan perjuangan. Tanaman serbaguna ini memang memiliki peran dalam menunjang kehidupan sehari-hari, termasuk menjadi bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan bambu sangat strategis untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru sekaligus untuk perbaikan kualitas lingkungan hidup.

“Secara ekologis, bambu dapat menjadi solusi atas adanya ancaman lingkungan dan dampak perubahan iklim,” kata Siti Nurbaya dalam keterangan tertulisnya. 

menurutnya, bambu memainkan peran penting dalam restorasi lahan melalui daya adaptasi jenis tanamannya, pendekatan lanskap, dan keberadaannya dalam suatu ekosistem yang berkelanjutan. Dengan sistem perakaran yang sangat rapat dan menyebar ke segala arah, baik menyamping atau pun ke dalam, bambu memiliki keunggulan sebagai tanaman konservasi lingkungan dalam menjaga ekosistem air.

Secara sosial, tanaman ini merupakan sumber daya alam yang sudah sangat dekat dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Tak heran bambu menjadi salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan nasional.

"Dalam semangat ini, melalui Strategi dan Rencana Aksi Nasional Bambu yang telah disusun KLHK kita akan terus kembangkan hulu, tengah dan hilirnya dengan terus mendorong kegiatan penanaman yang lebih lanjut sebagai kontinuitas dari industri bambu,” ujar Menteri Siti, yang dikutip dalam laman resmi KLHK.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, sebagai ujung tombak konservasi lingkungan, selama 2021-2022, 388 Mama Bambu di 21 desa pada 7 kabupaten di Pulau Flores, NTT, telah menjadi ujung tombak program restorasi lahan kritis, konservasi air dan mitigasi Perubahan Iklim melalui pembibitan dan penanaman bambu secara masif.

Baca Juga: Bambu, Penyelamat Alam yang Bisa Jadi Sumber Cuan Indonesia
Saatnya Optimalkan Fungsi Hutan untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Mama bambu merupakan kartini penggerakpenyelamatan alam melalui pengelolaan bambu secara lestaro. Bekerja di halaman rumahnya masing-masing, para Mama Bambu mengatasi berbagai tantangan Pandemi COVID- 19 dan Siklun Seroja, dan berhasil menghasilkan total 3,1 juta bibit, di mana 1,5 juta di antaranya kini telah ditanam permanen di lahan kritis, tepi sungai dan mata air.

“Atas capaian tersebut, Mama Bambu adalah bukti nyata betapa perempuan mampu berperan penting dalam aksi-aksi konservasi,” ungkapnya.