RAN: Deforestasi di Aceh Timur Masih Terjadi

Ilustarsi deforestasi. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 9 November 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Deforestasi terus berlanjut di Aceh Timur, di kawasan hutan seluas 2,6 juta hektar yang menjadi tempat terakhir di Bumi di mana badak, harimau, dan badak Sumatera, gajah, dan orangutan hidup berdampingan di alam liar, demikian hasil penelitian Rainforest Action Network (RAN).

Aceh Timur merupakan kabupaten prioritas the Forests Agriculture and Commodity Trade (FACT) di Indonesia, dan kawasan hutan di daerah itu merupakan rumah bagi Ekosistem Leuser.

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia dinilai gagal menghentikan deforestasi meskipun operasi penebangan tidak memiliki sertifikasi SVLK, yakni skema sertifikasi legalitas kayu Indonesia yang diperkenalkan dalam Dialog FACT, sebagai contoh mekanisme perdagangan dan pasar untuk komoditas yang diproduksi secara berkelanjutan, demikian tulis Gemma Tillack, Forest Policy Director with Rainforest Action Network (RAN) di laman ran.org.

RAN menilai, Pemerintah Indonesia belum melaksanakan masukan dari pemangku kepentingan untuk memastikan keluarga petani dapat memenuhi standar bebas deforestasi yang lebih tinggi, dan dimasukkan dalam rantai pasokan di masa depan. Pemerintah juga belum merilis apa yang sudah dilakukan kepada publik.



Berdasarkan bukti yang diperoleh melalui investigasi lapangan, analisis citra satelit, dan penelitian rantai pasokan, RAN menemukan bahwa istilah 'petani kecil' telah disalahgunakan untuk memberikan celah deforestasi bagi elit lokal yang mendorong deforestasi di dalam kawasan lindung di Indonesia.

Lebih jauh RAN menjelaskan bahwa Hutan Pertanian dan Perdagangan Komoditas (FACT) harus memperhatikan apa yang disebut sebagai pilar kelima dialog FACT yang mencakup mengamankan hak atas tanah, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri bagi Masyarakat Adat dan komunitas tradisional, menghormati hak asasi masyarakat dan pekerja lokal, dan tidak menoleransi ancaman terhadap pembela tanah dan lingkungan.

Baca Juga: RAN: Deforestasi di Aceh Timur Masih Terjadi
Saatnya Optimalkan Fungsi Hutan untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat



Hak-hak Masyarakat Adat harus diprioritaskan, bukan hanya demi keadilan tetapi hal itu merupakan pendekatan yang paling efektif untuk melindungi alam dan keanekaragaman hayati, serta menghentikan ekspansi pembalakan industri, pertanian, dan ekstraksi ke wilayah Adat.