Perhutani Group Mampu Ekspor Produk Industri Kayu ke 5 Benua

Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pahala Nugraha Mansury melakukan pelepasan ekspor produk industri kayu sebanyak 2 Full Container Load (FCL) dengan volume 42,72 m3 ke negara tujuan Australia dan Jepang di Pabrik Industri Kayu PT Inhutani I Gresik, Jawa Timur, pada Senin (26/9/2022).

Editor: Yoyok - Selasa, 27 September 2022 | 15:15 WIB

Sariagri - Perum Perhutani melalui anak perusahaannya Inhutani I mampu memasarkan produk industri kayu ke  lima benua dengan negara tujuan Amerika Serikat (AS), Belgia, Inggris, Jerman, Australia, Jepang, Korea, dan Ethiopia. 

Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, mengungkapkan bahwa realisasi ekspor industri kayu Perhutani Group melalui PT Inhutani I pada tahun 2022 hingga bulan Agustus mencapai 94 Full Container Load (FCL) dengan volume sebanyak 1.820 m3 dengan nilai 1.755 dolar AS atau Rp24,68 miliar ke pangsa pasar di 5 benua dengan negara tujuan AS, Belgia, Inggris, Jerman, Australia, Jepang, Korea, dan Ethiopia. Ekspor hingga akhir tahun 2022 diproyeksikan sebanyak 229 FCL dengan volume  2.676 m.

“Manajemen Induk Perhutani Group optimistis terhadap potensi ekspor dan  masa depan perusahaan melihat produktivitas Inhutani I saat ini khususnya pasca merger,“ ujar Wahyu Kuncoro secara tertulis pada Selasa (27/9/2022) usai melakukan pelepasan ekspor produk industri kayu sebanyak 2 Full Container Load (FCL) dengan volume 42,72 m3  ke negara tujuan Australia dan Jepang di Pabrik Industri Kayu PT Inhutani I Gresik, Jawa Timur, pada Senin (26/9). 

Pelepasan ekspor produk dengan nilai 40,9 dolar AS atau Rp609 juta tersebut dilakukan  oleh Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pahala Nugraha Mansury, didampingi Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Rachman Ferry Isfianto.  

Menurut Wahyu, ada sejumlah aspek yang bisa ditingkatkan di Inhutani I mulai dari tenaga kerja, modal, bahan baku, mesin, hingga metode atau prosedur yang digunakan hingga pasar.  

Direktur Utama Inhutani I, Oman Suherman menjelaskan bahwa produk-produk hasil industri kayu Gresik telah memenuhi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Adapun kapasitas terpasang pabrik saat ini 6.000 m3 per tahun dan telah terpenuhi sebesar 3.000 m3 per tahun, dengan produk yang dihasilkan berupa wood working product yang diproses berdasarkan spesifikasi dari calon pembeli (job order).

“Produk utama yang dihasilkan antara lain moulding, S4S/S2S/E4E, door component, furniture, sedangkan subproduknya antara lain solid laminated board, finger joint laminated board, dan finger join stick. Untuk ekspor kali ini jenis produk yang dikirimkan ke Sydney Australia yaitu wood door jenis kayu meranti merah dan ke Hakata Jepang adalah produk wood E2E jenis kayu keruing”, Imbuhnya. 

Sebagai informasi, Perum Perhutani memiliki 4 pabrik industri kayu di Pulau Jawa yaitu Industri Kayu Brumbung, Industri Kayu Cepu, Industri Kayu Gresik, dan Perhutani Plywood Industri (PPI) Kediri. Selain itu terdapat dua pabrik industri kayu milik anak perusahaan Inhutani I yaitu Unit Manajemen Industri (UMI) Gresik Jawa Timur dan UMI Juata di Kalimantan Timur.

Pada kesempatan tersebut, Pahala Nugraha Mansury menyerahkan sejumlah bantuan berupa sembako kepada masyarakat di sekitar Unit Manajemen Industri Gresik Inhutani I sebagai wujud kepedulian dan kehadiran nyata perusahaan bagi masyarakat.

Baca Juga: Perhutani Group Mampu Ekspor Produk Industri Kayu ke 5 Benua
Aksi Korporasi, Perhutani Luncurkan Regrouping dan Rebranding Anak Usaha

Sebelumnya, Pahala mengunjungi lokasi agroforestry tebu mandiri Perhutani yang berlokasi di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, yang merupakan langkah strategis Perhutani dalam mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Pahala menjelaskan hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi gula nasional sehingga diharapkan 3 hingga 5 tahun mendatang Indonesia sudah bisa mencapai swasembada gula konsumsi. Salah satu hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi lahan-lahan yang saat ini kurang produktif dioptimalkan untuk ditanami komoditas tebu, di samping untuk keseluruhan Perhutani tetap dipertahankan kelestarian hutannya.

Video Terkait