2 Pemuda Ditangkap Polisi Usai Bikin Konten Penyiksaan Bayi Monyet

Ilustrasi monyet macaque Jepang. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 14 September 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Kepolisian Resor Tasikmalaya, Jawa Barat menangkap dua pemuda yang membuat konten penyiksaan terhadap bayi monyet. Penangkapan kedua pemuda itu berdasarkan laporan masyarakat tentang perbuatan aniaya satwa dilindungi ke polisi yang diterima pada Kamis, 10 September 2022.

Polres Tasikmalaya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satwa yang masih hidup dan alat-alat untuk menyiksa monyet tersebut. "Dari laporan itu kami menangkap dua orang tersangka yang masing-masing berinisial AY dan I. Kedua tersangka itu berdomisili di Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Heryanto, Selasa (13/9).

Suhardi mengungkapkan kedua pemuda itu diduga melakukan penganiayaan terhadap satwa yang dilindungi berupa lutung dan monyet ekor panjang. Satwa tersebut bahkan ada yang disiksa sampai mati.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa satu ekor monyet ekor panjang dan satu ekor lutung. Selain itu, diamankan juga dokumentasi foto dan video penganiayaan, satu set mesin bor, mesin blender, pisau dapur, dan peralatan lainnya,” ujarnya.

Sengaja Melakukan Penyiksaan Hewan Demi Konten

Suhardi menjelaskan bahwa para tersangka mengaku sengaja melakukan penyiksaan kepada hewan dan merekamnya demi konten. Kemudian konten video tersebut dijual melalui media sosial. Dari 12 konten video yang sudah dilakukan para pelaku mendapat Rp 10 juta.

Baca Juga: 2 Pemuda Ditangkap Polisi Usai Bikin Konten Penyiksaan Bayi Monyet
Serangan Monyet di Jepang, Coba Rebut Bayi dan Lukai 42 Orang

"Mereka melakukan penganiayaan dengan sadis kepada hewan dari beberapa konten. Jadi bagaimana konten itu bisa ditonton dan ada permintaan karena dari sana mereka mendapatkan uang," jelasnya.

Terkait perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 40 juncto Pasal 21 undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam dan Hayati Ekosistem, serta Pasal 91 undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan Hewan dan Kesehatan Hewan.

Video Terkait