Community Forest, Pupuk Kaltim Tanam Ribuan Pohon di Lahan Kostrad

Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Direktur Utama Pupuk Kalimantan Timur Rahmad Pribadi pada ceremony penanaman pohon program Community Forest Pupuk Kalimantan Timur (PKT) d Tentara Nasional Indonesia (TNI) di area Latihan Kostrad Cibenda, Sukabumi, Kamis (1/9/2022)

Editor: Yoyok - Kamis, 1 September 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menggandeng Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) untuk melakukan penanaman sebanyak 3 ribu pohon di lahan area Latihan Kostrad Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, seluas 10 hektare di tahun 2022 dan akan dilanjutkan hingga 200 hektar dengan total tanaman lebih dari 60 ribu. Berbagai jenis tanaman seperti mangga, nangka, durian, alpukat, sirsak dan beberapa tanaman buah langka seperti matoa, bisbul, menteng, dan gandaria akan ditanam di area yang telah disediakan oleh Kostrad.

Penanaman pohon di lahan Kostrad merupakan kegiatan tahap awal kerja sama Pupuk Kaltim dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melaksanakan program Community Forest. Program ini  bertujuan mengurangi emisi karbon bertajuk Community Forest, dengan menggandeng TNI untuk melakukan penanaman 10 juta pohon hingga 2030. Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa beberapa waktu lalu secara langsung memberikan dukungannya dengan menyediakan lahan untuk penanaman pohon. 

Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pelaksanaan program Community Forest yang digagas Pupuk Kaltim. 

“Ini adalah salah satu bentuk nyata bahwa kami dari TNI bersama PKT bisa berkontribusi langsung untuk mengurangi emisi karbon yang menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim sekarang ini. Kami dari TNI nantinya akan terus bersinergi bersama PKT untuk menyediakan lahan sebanyak mungkin untuk bisa ditanami pohon. Diawali dari lapangan latihan Kostrad ini, semoga nantinya bisa bermanfaat tidak hanya untuk TNI tapi juga untuk masyarakat sekitar,” katanya di Sukabumi, Kamis (1/9/2022).

Rahmad Pribadi, Direktur Utama PKT, menjelaskan selain bertujuan untuk penyerapan emisi karbon, Program Community Forest juga ditargetkan untuk perlindungan keanekaragaman hayati, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi penanaman dan memberi nilai tambah ekonomi pada lahan yang kurang produktif. Karena tidak cuma berhenti di tahap penanaman pohon saja, ke depannya PKT tetap akan mendampingi masyarakat sekitar lahan penanaman untuk bisa mengolah, memelihara hingga mendistribusikan hasil panen nantinya. Upaya ini akan difasilitasi oleh program PKT lainnya yakni AgroSol dengan melakukan tumpangsari tanaman pangan di sekitar lahan Community Forest. 

“Nantinya masyarakat juga akan diberikan pengetahuan tentang bagaimana memelihara hingga mendistribusikan hasil panen tanaman. Selain untuk melestarikan lingkungan hidup, kami berharap program Community Forest ini dapat berkontribusi langsung untuk mensejahterakan masyarakat sekitar lokasi penanaman. Diawali dari kerjasama yang baik antara PKT dan Kostrad ini, semoga kedepan bisa menjadi tolak ukur yang baik bagi kedua belah pihak untuk melestarikan lingkungan,” ujar Rahmad.

Rahmad menegaskan PKT akan terus konsisten melakukan inovasi berkelanjutan untuk mencapai target pengurangan emisi karbon lewat beragam program yang mendukung. 

Baca Juga: Community Forest, Pupuk Kaltim Tanam Ribuan Pohon di Lahan Kostrad
Aksi Korporasi, Perhutani Luncurkan Regrouping dan Rebranding Anak Usaha

“Berbagai inisiatif dalam koridor Environment, Social and Governance (ESG) kami luncurkan, semua bertujuan untuk mewujudkan komitmen perusahaan dalam transformasi hijau. Setelah sebelumnya kami memperbesar bauran energi listrik operasional dari energi baru terbarukan lewat PLTS Atap dan sepeda motor listrik, sekarang yang terbaru adalah lewat program Community Forest ini. Nantinya, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada potensi penyerapan emisi karbon sebesar 5.379 ton CO2 per tahun,” ujar Rahmad.

Program Community Forest ini adalah bentuk inovasi berkelanjutan demi mencapai target pengurangan emisi karbon (dekarbonisasi) yang sebelumnya sudah dicanangkan PKT. Dengan harapan, pada tahun 2030 mendatang, PKT bisa mencapai target pengurangan emisi karbon hingga 32,50 persen. 

Video Terkait