Kelinci Belang Sumatera, Kelinci Asli Indonesia yang Terancam Punah

Ilustrasi kelinci belang. (Istimewa)

Editor: M Kautsar - Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB

Sariagri - Sumatera ini memiliki ciri khas unik berupa corak belang perpaduan warna coklat, kuning dan hitam di tubuhnya.

Kelinci belang sumatera (Nesolagus netscheri) dikenal juga dengan nama berbeda yaitu kelinci telinga pendek, kelinci sumatera atau sumateran striped rabbit. Kelinci liar ini belum pernah ditemui secara langsung dan pertamakali terlihat melalui kamera trap pada tahun 1972.

Ciri morfologis

Secara morfologis ukuran panjang tubuh kelinci belang sumatera sekitar 40 sentimeter dengan berat mencapai 1.5 kilogram. Jika dilihat dai ukuran tubuhnya kelinci ini hampir sama dengan ukuran kelinci pada umumnya.

Kelinci ini terlihat mencolok karena memiliki corak bulu di bagian punggung yang unik yaitu paduan coklat dan kuning dengan garis warna hitam yang membujur sepanjang tubuhnya. Sementara bulu di bagian perutnya berwarna putih.

Ciri lain yang dapat dikenali adalah bentuk telinganya yang pendek dibanding spesies kelinci lainnya. Selain itu ekor kelinci belang sumatera juga tergolong pendek dan ditumbuhi bulu berwarna coklat kemerahan.

Ras kelinci yang berkerabat dengan Nesolagus netscheri adalah Nesolagus timminsi atau disebut Annamite striped rabbit. Kelinci ini pertamakali ditemukan di Pegunungan Annamite Vietnam pada tahun 1999.

Habitat dan kebiasaan

Kelinci belang sumatera adalah hewan nokturnal yang banyak beraktifitas di malam hari. Mereka biasanya hidup di lubang-lubang bekas galian hewan lain dan suka memakan pucuk daun muda dan tanaman rumput.

Hewan ini menyukai hutan tropis pada ketinggian 600 hingga 1600 meter dpl. Beberapa kawasan di Sumatera seperti Gunung Kerinci, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Gunung Leuser adalah beberapa kawasan yang dihuni oleh Nesolagus netscheri.

Baca Juga: Kelinci Belang Sumatera, Kelinci Asli Indonesia yang Terancam Punah
Konflik Manusia dan Harimau Sumatra Terus Terjadi, Begini Penanganannya

Kelinci belang sumatera sejak tahun 2008 telah dimasukkan dalam status rentan (Vulnerable) oleh IUCN Redlist. Semakin langkanya hewan yang dilindungi ini karena kawasan yang jadi habitatnya semakin tergerus oleh pembukaan hutan untuk lahan pertanian seperti kopi dan kakao.

Selain itu kebakaran hutan di kawasan hutan Sumatera yang terjadi hampir tiap tahun juga jadi pemicu langkanya kelinci asli Indonesia ini.

Video Terkait