Populasi Harimau Meningkat, Warga Khawatir Adanya Serangan Fatal

Ilustrasi harimau (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Nepal mengatakan populasi harimau meningkat hampir tiga kali lipat dalam 12 tahun terakhir. Namun meningkatnya populasi harimau juga membuat warga khawatir akan meningkatnya serangan fatal.

Perdana Menteri, Sher Bahadur Deuba menyampaikan berdasarkan survei terbaru populasi harimau di 2010 hanya berkisar 121, lalu meningkat baru-baru ini dilaporkan menjadi 355 ekor.

Upaya Nepal meningkatkan Populasi Harimau

Konservasionis telah memberi ucapan selamat atas keberhasilan Nepal dalam membantu harimau keluar dari ancaman kepunahan. Nepal telah melakukan tindakan keras terhadap perburuan, perluasan taman nasional dan penciptaan koridor satwa liar dengan negara tetangga India.

Pada tahun 2010, pemerintah berkomitmen untuk menggandakan populasi harimau liar dunia. Kendati demikian, puluhan serangan harimau baru-baru ini terhadap manusia telah membuat beberapa orang mengatakan bahwa masyarakat yang tinggal di dekat kawasan lindung membayar mahal untuk pemulihan hewan tersebut.

Warga Hidup Berdampingan dengan Harimau

Berdasarkan laporan Kathmandu Post, selama tiga tahun terakhir telah terjadi 104 serangan harimau di dalam kawasan lindung dan 62 orang telah tewas. Para korban sering diserang saat mengumpulkan kayu bakar, menggembalakan ternak atau mencari makan di hutan.

Direktur program konservasi di WWF Nepal, Shiv Raj Bhatta mengatakan peningkatan jumlah harimau adalah kabar baik tetapi sekaligus memperingatkan bahwa negara itu memasuki tahap baru pemulihan harimau di mana manusia harus belajar hidup berdampingan dengan harimau.

"Orang-orang sekarang melihat dan bertemu harimau di mana-mana, sehingga kasus konflik harimau-manusia meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa populasi harimau hampir mencapai tingkat maksimum di Nepal. Kami adalah negara kecil. Peningkatan ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah. Sekarang kita perlu menunjukkan bahwa harimau dan manusia bisa hidup berdampingan,” katanya

Jumlah 355 harimau yang diumumkan pada hari Jumat mendekati perkiraan kapasitas Nepal hingga 400 di sepanjang kompleks Chitwan-Parsa, sebuah lanskap di kaki pegunungan Himalaya di India dan Nepal yang kaya akan satwa liar, termasuk gajah dan badak. Karena krisis iklim, populasi harimau Nepal juga berkembang lebih jauh ke utara ke ketinggian yang lebih tinggi.

Pemerintah Wajib Kerjasama dengan Warga Lokal

Mayukh Chatterjee, anggota kelompok spesialis konflik manusia-satwa liar dan koeksistensi IUCN, mengatakan masalah yang terkait dengan meningkatnya populasi harimau tidak terbatas pada Nepal, dan pemerintah daerah jelajah harimau harus mengelola situasi dengan hati-hati.

Baca Juga: Populasi Harimau Meningkat, Warga Khawatir Adanya Serangan Fatal
3 Ekor Harimau Mati di Kebun Sawit, Aktivis Minta Pelaku Dihukum Berat

“Kami melihat efek buruk dari peningkatan jumlah harimau di India dan meningkatnya konflik dengan manusia. Saya pikir itu akan menjadi malapetaka bagi harimau jika pemerintah tidak menyingsingkan lengan baju mereka dan mulai bekerja dengan masyarakat yang tinggal di dekatnya," ucapnya.

Chatterjee mengatakan dalam tiga sampai lima tahun terakhir, akan terlihat peningkatan yang sangat tinggi dalam penyetruman harimau, penangkapan harimau, serta hukuman mati tanpa pengadilan oleh orang-orang. Sepuluh tahun yang lalu Anda tidak akan melihat itu,

Video Terkait