AS Berencana Tanam 1 Miliar Pohon di Hutan yang Terbakar

Ilustrasi kebakaran hutan (Pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Selasa, 26 Juli 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Pemerintah AS mengumumkan akan menanam lebih dari satu miliar pohon di jutaan hektar hutan di hutan yang terbakar dan mati di AS Barat. Kebakaran hutan yang merusak hutan membuat tanaman sulit untuk tumbuh secara alami.

Kebakaran hutan telah menyebabkan 1,7 juta hektar hutan membutuhkan penanaman kembali. Departemen Pertanian AS mengatakan harus melipatgandakan jumlah bibit pohon yang dihasilkan oleh pembibitan untuk melewati simpanan dan memenuhi kebutuhan di masa depan, seperti dikutip dari Apnews.

Kebijakan ini terjadi setelah Kongres tahun lalu mengesahkan undang-undang bipartisan yang mengarahkan Dinas Kehutanan untuk menanam 1,2 miliar pohon selama dekade berikutnya. Presiden Joe Biden pada bulan April memerintahkan badan tersebut untuk membuat hutan negara lebih tangguh saat dunia semakin panas.

Untuk menghapus simpanan areal hutan yang hancur, Dinas Kehutanan berencana selama beberapa tahun ke depan untuk meningkatkan pekerjaan dari sekitar 24.000 hektare ditanam kembali tahun lalu menjadi sekitar 162.000 hektar per tahun.

Direktur pengelolaan hutan Dinas Kehutanan David Lytle mengatakan, sebagian besar pekerjaan akan dilakukan di negara bagian barat dengan kebakaran hutan terjadi sepanjang tahun dan kebutuhannya paling mendesak.

Kebakaran hutan di AS tahun 2022 telah menyebabkan kebakaran 5,6 juta hektar sejauh ini. Besar luasan ini melampaui rekor musim kebakaran 2015 seluas 4,1 juta hektar. Banyak hutan beregenerasi secara alami setelah kebakaran, tetapi jika kobaran api terlalu kuat, mereka dapat meninggalkan lanskap tandus yang bertahan selama beberapa dekade sebelum pohon tumbuhi.

Baca Juga: AS Berencana Tanam 1 Miliar Pohon di Hutan yang Terbakar
Laporan BMKG Sebut Sebagian Wilayah NTT Berstatus Sangat Mudah Karhutla

Menteri Pertanian Tom Vilsack dalam sebuah pernyataan mengatakan banyak hutan beregenerasi secara alami setelah kebakaran, tetapi jika kobaran api terlalu kuat, lahan dapat meninggalkan lanskap tandus yang bertahan selama beberapa dekade sebelum pohon kembali.

“Hutan kita, masyarakat pedesaan, pertanian dan ekonomi terhubung di lanskap bersama dan keberadaan mereka dipertaruhkan,” ujarnua.

"Hanya melalui tindakan yang berani dan cerdas iklim kita dapat memastikan masa depan mereka," tambahnya.