Gelombang Panas di London Akibatkan Kenaikan Kasus Kebakaran Hutan

Ilustrasi kebakaran hutan (Pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 21 Juli 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Saat Inggris tengah menghadapi gelombang panas yang memecahkan rekor, kebakaran hutan yang meningkat telah membuat Brigade Pemadam Kebakaran London menyatakan kebakaran itu sebagai insiden besar. Baru-baru ini suhu di ibu kota negara itu melebihi 40 derajat Celcius untuk pertama kalinya.

Menurut Kantor Meteorologi Inggri, di Bandara Heathrow pada Selasa (19 Juli) pukul 12:50 waktu setempat, kantor meteorologi Inggris mencatat suhu tertinggi sementara 40,2 derajat Celcius. Suhu ini, ketika diverifikasi, akan memecahkan rekor tinggi sebelumnya 38,7 derajat Celcius, yang ditetapkan pada 2019.

"Hampir tidak mungkin bagi Inggris untuk mengalami suhu 40 C dalam iklim yang tidak terganggu. Tetapi perubahan iklim, yang didorong oleh gas rumah kaca, telah memungkinkan suhu ekstrem ini dan kami benar-benar melihat kemungkinan itu sekarang," kata kepala ilmuwan dari Kantor Meteorologi Inggris, Stephen Belcher, dikutip dari Live Science.

Cuaca yang terik dalam beberapa hari terakhir telah mengganggu perjalanan dan mempengaruhi sekolah dan rumah sakit di seluruh negeri. Banyak rumah dan bangunan umum di Inggris dirancang untuk melindungi panas, dan tidak memiliki AC.

Abu yang terbakar dan asap memenuhi udara London saat 350 petugas pemadam kebakaran berjuang melawan banyak kebakaran di seluruh kota. Data dari dua satelit pengamatan Bumi Sentinel-3 juga mengungkapkan bahwa suhu tanah di Inggris melonjak di atas 122 Fahrenheit atau 50 derajat Celcius pada Senin 18 Juli 2022 pagi.

Baca Juga: Gelombang Panas di London Akibatkan Kenaikan Kasus Kebakaran Hutan
Cuaca Panas Ekstrem Memicu Kebakaran 22 Ribu Hektare Hutan di Spanyol

Sebagian warga kota London terpaksa harus mengungsi karena rumah mereka dilalap api. Wali Kota London Sadiq Khan memperingatkan bahwa lonjakan besar jumlah kobaran api membuat dinas pemadam kebakaran di bawah tekanan besar.

Panas yang ekstrem juga membakar sebagian besar Eropa, di mana program satelit Uni Eropa Copernicus mengamati bahwa lebih dari 400 kilometer persegi tanah di Prancis, Spanyol dan Portugal dibakar dalam 10 hari terakhir.

Video Terkait