Australia Kehilangan Banyak Spesies Mamalia Akibat Kebakaran Hutan

Rubah terbang Australia. (Foto: Wikimedia Commmons)

Editor: Putri - Selasa, 19 Juli 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Australia kehilangan banyak spesies mamalia dibandingkan benua lain. Sebuah laporan lima tahunan dari pemerintah Australia juga menunjukkan negara tersebut mengalami penurunan spesies terburuk di antara negara-negara terkaya di dunia.

Mengutip Reuters, Selasa (19/7/2022), hewan seperti kadal ekor biru diketahui hanya ada di penangkaran. Sedangkan rubah terbang di Pulau Christmas termasuk di antara mamalia yang dianggap paling berisiko punah dalam 20 tahun ke depan.

Laporan tersebut muncul setelah Australia mengalami kekeringan, kebakaran hutan dan banjir selama lima tahun terakhir. Peningkatan suhu di darat dan laut, perubahan pola kebakaran dan curah hujan, naiknya permukaan laut dan pengasaman laut semuanya memiliki dampak signifikan.

"Laporan Keadaan Lingkungan adalah dokumen yang mengejutkan. Laporan ini menceritakan kisah krisis dan penurunan lingkungan Australia dan satu dekade kelambanan pemerintah dan ketidaktahuan yang disengaja," kata Menteri Lingkungan Tanya Plibersek dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan, pemerintah sebelumnya menerima laporan tersebut pada akhir 2021. Pemerintah Partai Buruh yang baru berjanji akan menjadikan lingkungan sebagai prioritas.

Jumlah spesies yang ditambahkan ke daftar spesies terancam atau dalam kategori ancaman yang lebih tinggi tumbuh 8 persen dari laporan sebelumnya pada 2016. Jumlah tersebut meningkat tajam sebagai akibat dari kebakaran hutan yang melanda pada 2019-2020.

Baca Juga: Australia Kehilangan Banyak Spesies Mamalia Akibat Kebakaran Hutan
PBB : 2 Juta Orang Tewas Akibat Bencana Alam Sepanjang 50 Tahun Terakhir

Kebakaran hutan di Australia pada 2019 hingga 2020 menewaskan atau menelantarkan sekitar 1 miliar hingga 3 miliar hewan liar. Kebakaran juga meruntuhkan 9 persen habitat koala.

Perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menghidupkan kembali spesies yang terancam adalah sekitar 1,69 miliar dolar Australia per tahun, kata laporan itu. Menambahkan bahwa pengeluaran yang ditargetkan pemerintah sebelumnya untuk spesies yang terancam adalah 49,6 juta dolar Australia.

Video Terkait