Melihat Taman Tugu, Hutan di Tengah Megahnya Kuala Lumpur Malaysia

Pemandangan Taman Tugu yang berlatar pemandangan ibu kota Malaysia. (Foto: Facebook Friends of Taman Tugu)

Editor: Putri - Kamis, 14 Juli 2022 | 15:40 WIB

Sariagri - Pencinta alam yang mengunjungi cagar alam Taman Tugu Malaysia dapat melihat monyet makan buah di pohon, melihat kadal melesat melintasi jalan setapak atau mendengarkan ayam liar berkokok. Semua terjadi dengan latar belakang cakrawala Kuala Lumpur.

Sebagian besar hutan Malaysia terletak di Pulau Kalimantan yang kaya keanekaragaman hayati. Cagar alam seluas 27 hektare yang terletak di Kuala Lumpur berfungsi sebagai paru-paru hijau untuk ibu kota yang ramai.

Mengutip Reuters, Kamis (14/7/2022), awalnya ditujukan untuk taman hiburan, Khazanah Nasional Malaysia pada 2016 bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan komunitas serta kelompok konservasi untuk melindungi dan memulihkan Taman Tugu.

Datuk Amirul Feisal Wan Zahir, direktur pelaksana di Khazanah Nasional Malaysia, mengatakan tindakan perlu diambil untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh perubahan iklim dan membantu menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

"Kami melihat kebutuhan dan memimpin inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan untuk melestarikan dan mengaktifkan Taman Tugu," katanya.

Lebih dari 1.000 pohon di taman tersebut telah diidentifikasi dan ditandai untuk pelestarian, termasuk banyak spesies asli yang berusia 100 tahun, dengan tambahan 4.000 pohon.

Bekas Rumah Pejabat Inggris

Selama pemerintahan kolonial Inggris, Taman Tugu adalah daerah berhutan dengan perumahan bagi pejabat Inggris. Setelah kemerdekaan pada 1957, rumah-rumah kecil yang saat ini terlantar dan rusak, digunakan untuk menampung pejabat Malaysia. Hingga akhirnya ditinggalkan dan menjadi tempat pembuangan ilegal.

Baca Juga: Melihat Taman Tugu, Hutan di Tengah Megahnya Kuala Lumpur Malaysia
Tiap Tahun 36 Juta Pohon Hilang di AS, Ahli Ingatkan Perlunya Jaga Hutan

Operasi pembersihan untuk menyelamatkan "ruang hijau terakhir" Kuala Lumpur melibatkan sekitar 300 truk sampah. Kemudian dibangun sekitar 5 km jalan setapak sebelum dibuka untuk umum pada 2018, kata Tracey Surin, kepala penggalangan dana Taman Tugu.

Cagar alam ini mengadakan perayaan Hari Bumi, sesi yoga reguler, program pendidikan alam untuk segala usia dan hadiah tanaman. Taman Tugu juga dipenuhi dengan pejalan kaki di akhir pekan.

Video Terkait