Kurangi Dampak Perubahan Iklim, HII, KKI WARSI dan UNIQLO Kolaborasi

HII, KKI WARSI dan UNIQLO kurangi dampak perubahan iklim. (Dok. HII)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 12 Juli 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Tiga organisasi menginisiasi kolaborasi multipihak antara Hutan Itu Indonesia (HII), KKI WARSI, dan UNIQLO melalui Program Adopsi Hutan Lemo Nakai, Provinsi Bengkulu. Kolaborasi multipihak ini bertujuan untuk mendukung konservasi hutan sekaligus berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim Indonesia yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebesar 29% pada 2030.

Program Adopsi Hutan Lemo Nakai diinisiasi oleh Hutan Itu Indonesia bekerja sama dengan KKI WARSI untuk konservasi kehutanan berbasis Payments for Ecosystem Services (PES). Ekosistem hutan seluas 1.000 hektar di kawasan perhutanan sosial Desa Lemo Nakai dan Desa Batu Raja R, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, kawasan merupakan tempat tinggal 63 jenis burung, 12 jenis amfibi dan reptil, dan menjadi penghasil gambir yang digunakan untuk batik.

“Komitmen kami adalah terus melakukan kampanye #jagahutan dengan melibatkan sebanyak-banyaknya pihak agar dampak program semakin signifikan serta menjangkau publik yang lebih luas di Indonesia, khususnya anak muda perkotaan. Adanya kolaborasi multipihak bersama dengan sektor swasta yang dimulai UNIQLO tentunya akan membantu realisasi dan eskalasi program dengan keterlibatan aktif masyarakat di sekitar hutan. Ini bisa menjadi contoh baik yang membuktikan bahwa kita semua bisa #jagahutan, dari sektor apapun, dengan cara yang disesuaikan dengan sumber daya masing-masing," kata Rinawati Eko, Ketua Gerakan Hutan Itu Indonesia dalam rilisnya kepada Sariagri, Selasa (12/7/2022).

Koordinator Program KKI WARSI, Emmy Primadona, menambahkan, “Pemberdayaan masyarakat dalam Program Adopsi Hutan Lemo Nakai dapat memberi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam tata kelola kawasan hutan secara mandiri, peningkatan ekonomi lokal, dan perlindungan ekologis secara berkelanjutan. Sistem pemantauan dilakukan setiap tahun menggunakan analisis citra satelit dan survei lapangan untuk melihat perubahan tutupan hutan maupun laju emisi,”jelasnya.

“Sangat penting melestarikan hutan lindung untuk mengurangi dampak krisis iklim. Sejalan dengan tujuan yang ditetapkan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim untuk pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2050, ini adalah upaya lanjutan Fast Retailing untuk mengurangi pelepasan gas rumah kaca oleh toko-toko kami, di seluruh rantai pasokan, dan dalam penggunaan produk kami,” papar Yugo Shima, Co-Chief Operating Officer PT Fast Retailing Indonesia.

“Selaras dengan rencana aksi kami, sebagai wujud komitmen salah satu pilar konsep LifeWear, keberlanjutan dan lingkungan untuk memberikan kontribusi terhadap target pengurangan CO2 pemerintah Indonesia melalui perlindungan Hutan.” tambahnya lagi.

Baca Juga: Kurangi Dampak Perubahan Iklim, HII, KKI WARSI dan UNIQLO Kolaborasi
168 Ribu Hektar Lahan Kritis di Kalsel Telah Direhabilitasi

Kolaborasi multipihak Hutan Itu Indonesia, KKI WARSI, dan UNIQLO akan menghasilkan studi dasar yang diperlukan untuk menelaah kondisi terkini lokasi Program Adopsi Hutan Lemo Nakai, diantaranya studi dasar kondisi sosio-ekonomi, survei keanekaragaman hayati, pemetaan kapasitas dan potensi pengembangan kapasitas masyarakat, serta studi karbon.

Program Adopsi Hutan Lemo Nakai sendiri akan berlangsung selama tiga tahun, terhitung sejak Juli 2022 sampai Desember 2024 yang harapannya, kolaborasi tersebut dapat membantu mempertahankan potensi cadangan karbon di Hutan Lemo Nakai yang setara 400 ribu ton CO2. Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup kampanye publik melalui aktivitas digital dan pelibatan konsumen anak muda yang mengakses toko-toko dalam jejaring UNIQLO.

Video Terkait