Hampir Punah, Jumlah Burung Pengembara Dataran Australia Kembali Bertambah

Burung pengembara dataran. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Senin, 11 Juli 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Para peneliti dari Universitas La Trobe Australia menemukan bertambahnya jumlah burung pengembara dataran yang tengah di ambang kepunahan. Bertambahnya jumlah burung itu membawa angin segar bagi para peneliti.

Mengutip Straits Times, Senin (11/7/2022), temuan itu diterbitkan dalam laporan pemerintah. Survei dilakukan terhadap burung pengembara dataran di negara bagian Victoria, Australia utara. Jumlah burung pengembara di daerah itu meningkat lebih dari dua kali lipat dari di bawah 50 menjadi lebih dari 100 sejak 2018.

Burung pengembara dataran adalah hewan endemik di Australia timur. Burung ini berasal dari garis keturunan burung purba berusia 100 juta tahun.

Status konservasi burung ini begitu mengerikan sehingga Zoological Society of London menempatkannya sebagai spesies burung yang paling membutuhkan tindakan konservasi di dunia.

Proyek pemantauan dilakukan dalam kemitraan dengan North Central Catchment Management Authority (CMA), sebuah badan pemerintah lokal yang memantau saluran air di kawasan Victoria.

Pengembara dataran adalah spesies "sangat samar" karena hampir tidak pernah terlihat pada siang hari dan memiliki kamuflase yang sangat baik di padang rumput. Cara itu merupakan bentuk pertahanan melawan predator tetapi tantangan besar bagi manajemen konservasi.

Untuk mengatasi hal ini, tim menggunakan kamera pencitraan termal untuk menangkap burung-burung kecil yang sering bersembunyi di rerumputan lebat. Manajer Proyek di North Central CMA Laura Chant mengatakan ledakan populasi kemungkinan merupakan hasil dari intervensi manusia dan non-manusia.

"Siklus iklim La Nina memfasilitasi perkembangbiakan yang meluas dan berkepanjangan, yang kemungkinan akan meningkatkan jumlah mereka," kata Chant.

Dia menambahkan bahwa pekerjaan konservasi yang sedang berlangsung termasuk pengelolaan habitat dan pembentukan cagar konservasi kemungkinan memainkan peran kunci.

Baca Juga: Hampir Punah, Jumlah Burung Pengembara Dataran Australia Kembali Bertambah
Masalah Akta Tanah Jadi Batu Sandungan Pertanian Tradisional di Wilayah Ini

Meskipun temuan ini merupakan berita yang disambut baik, fakta bahwa padang rumput Australia, habitat utama pengembara dataran, telah berkurang menjadi hanya 4 persen, berarti spesies tersebut tetap dalam ancaman.

"Di Victoria, hilangnya habitat yang didorong oleh konversi padang rumput asli menjadi lahan pertanian merupakan ancaman besar," kata kata anggota tim dan kandidat PhD Universitas La Trobe Dan Nugent.

"Dengan begitu sedikit habitat yang tersisa, populasinya akan terus rentan," tutupnya.

Video Terkait